Teliti Perpustakaan, Sri Rohyanti Raih Doktor di UNY

YOGYA - Perpustakaan Madrasah sudah seharusnya dikembangkan dengan berbasis literasi informasi. Apalagi, penerapan literasi informasi sudah menjadi kebutuhan penting untuk mempersiapkan siswa belajar sepanjang hayat. Selain itu, perkembangan informasi saat ini juga sudah sangat pesat.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Hj Sri Rohyanti Zulaikha SAg SIP MSi menegaskan hal itu saat mempertahankan karya disertasinya dalam ujian Doktor Pendidikan di Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (PPs UNY), Selasa (2/9/2014).


Karya Sri Rohyanti Zulaikha berjudul 'Pengembangan Model Perpustakaan Madrasah Dalam Penerapan Literasi Informasi Untuk Mempersiapkan Belajar Sepanjang Hayat '(Life Long Learning)'. Promovendus berhasil lulus dengan predikat memuaskan.


Menurut Sri Rohyanti Zulaikha, selama ini karakteristik pengembangan perpustakaan di Madrasah hanya memberikan pelayanan kepustakaan kepada siswa sekedar memenuhi kebutuhan belajar di Madrasah. Pola sederhana ini melibatkan kolaborasi guru dan pustakawan.


Seharusnya, kata Sri Rohyanti Zulaikha, pengembangan perpustakaan berbasiskan literasi informasi secara berkelanjutan. Apalagi, literasi informasi menjadi kebutuhan penting guna mempersiapkan siswa belajar sepanjang hayat. Karena itu, model perpustakaan yang literate terhadap informasi menjadi penting.


"Pengembangan perpustakaan berbasis kepada 'user' atau pemustaka, sehingga produknya adalah layanan perpustakaan yang berkelanjutan informasi. Sivitas akademika juga harus <I>melek<P> informasi, sehingga pemberdayaan pembelajaraannya berlangsung sepanjang hayat," papar Sri Rohyanti Zulaikha.


Dikatakan, ada beberapa tahapan peningkatan implementasi literasi informasi, seperti guru rajin ke perpustakaan dan berdiskusi dengan pustakawan, guru semakin banyak meminjam jadwal mengajar di perpustakaan, imbasnya siswa semakin meningkat untuk datang ke perpustakaan.


Sumber: krjogja.com

Comments